Take a deep breath

Bismillah…

“CoAss jaga, satu orang ke PBRT sekarang!”

Hmfffff….entah siapa yang berbicara dari balik telepon sana. Hari pertamaku di bagian anak, kena giliran jaga pertama.*hiks, nasib…

Senang, karena membayangkan akan bertemu dan ’bermain’ dengan bayi-bayi mungil di sana. Sedih, ketika tersadar bahwa ’bermain’ hanya ada dalam khayalku. ’Bermain’ ambu bag iya, artinya…bagging…’makanan’ sehari-hari di PBRT dah..

Sampai di PBRT, memakai jas (yang harusnya) steril, masuk ke tempat rawat infeksi.

”Cuci tangan dulu,” kata teman yang sebelumnya jaga pagi di sana.

”Ngapain aja di sini?” tanyaku sambil berjalan ke arah temanku di hadapan inkubator berisi seorang bayi mungil yang tampak tak berdaya, dengan ’sepaket’ alat yang terpasang di kepala dan hidungnya.

”Ini, bayi prematur 7 bulan, pake C-PAP, nafasnya kadang (sering) berhenti, dirangsang aja sambil disentil telapak kakinya. Trus diliatin gelembung-gelembung udara di tabung itu (menunjuk sebuah tabung), kalo gelembungnya hilang berarti aliran udaranya ada yang jebol, diliat aja mulut bayinya mingkem pa mangap. Kalo mangap ya dibuat mingkem.” kata temanku lagi.

”(what is this? I don’t understand what he talking about),” kataku dalam hati sambil ber “oooooo…” panjang.

Otak polosku (‘kosong’ lebih tepatnya mungkin) berputar…”mana ada ya napas berhenti tapi masih bisa hidup? Bodo ahh..liat nanti ajah.”

Baru 10 menit di depan inkubator, bayinya gak nafas!!! Aku panik, mencoba merangsang telapak kakinya dengan sentilan halus. Masih gak nafas!! “Ya Allah, jangan sampai bayi ini meninggal pas saya yang jagain,” doaku. Dan dengan sentilan yang agak “kasar”, akhirnya bayi itu bernafas lagi (bonus nangis, nyentil-nya kekencengan kali ya, jadi sakit, hehe, sorry son). Hal ini berulang setiap 10-15 menit. Kalau sentilan gagal membuatnya bernafas, dadanya yang diusap (ditepuk-tepuk atau bahkan diguncang keras, sampai kadang ia muntah akibat ‘perbuatan’ kami) agar nafasnya kembali. Kasihan kau nak! Betapa sehirup udara nafasmu bernilai ratusan ribu rupiah.

Kaki kecilnya yang menjadi "korban" kami

Kaki kecilnya yang menjadi "korban" kami

Sehari…seminggu…sebulan…cukup lama juga kami bergantian menunggui bayi ‘lupa bernafas’ itu. Kadang saat tugas jaga, kami sampai tertidur karena lelahnya, tidak memperhatikan berapa lama ia sudah tidak bernafas. Semoga hal itu tidak berakibat buruk bagi perkembangan otaknya kelak (maafkan kami nak). Kami hanya bisa berdoa, semoga ia diberikan yang terbaik. Sampai akhirnya alat yang ribet itu dilepas dari tubuhnya, ternyata masih tetap sering lupa bernafas juga dia. Aku berfikir, apakah bayi ini masih diberi kesempatan untuk merasakan hidup di dunia? Ya Allah, akhirilah penderitaan bayi ini. Engkau Yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk hambaMu.

Dan ternyata setelah hampir 2 bulan ’diobok-obok’ CoAss, bayi itu diizinkan pulang dalam keadaan sehat wal afiat. Jangan lupa nafas lagi ya nak…

How cute he is..

How cute he is..

Apakah kita pernah memikirkan betapa berharganya hirupan nafas yang (lebih sering) tidak kita sadari ini? Berapa liter udara yang telah mengalir di dalam paru-paru kita tanpa harus membayar sepeserpun pada Sang Pemberi Nafas? Apakah kita sudah menjadi hamba yang bersyukur?

”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar-Rahmaan)

*tiba-tiba aku teringat…utang di stase anak-ku, oh NO!!!

2 Responses

  1. Biii foto anaknya orang nih lu pasang😀

    Semoga anak2mu sukses semua yaa… Eh anak ding bukan anak2 ^^

    SemangaT!!

  2. Hati2 ntar makx minta royalti loh! Wkwkwk..
    Yhan,tulisanmu menarik 1x. Suer k! Disambar n dicium cowok cakep! xixixi
    EducAteD,lucu.. SerSan..serius tp santai.. Seandaix g sibuk,dr dulu pasti tlisan2 menarik ini dah muncul..
    Btw,kaCillo’x kaki tU bayi di’..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: