Second Family

Bismillah…

Sore ini, setelah hampir 2 tahun kebersamaan kami, aku baru bisa merasakan (lagi) suasana kekeluargaan di antara aku dan teman-teman seperjuanganku. Terakhir kali suasana kekeluargaan itu begitu kental terasa saat kami mengabdikan diri pada masyarakat di stase IKM, Ilmu Kesehatan Masyarakat. Saat itu kami ditugaskan di Dusun Pujan-Desa Bawang- Salaman. Tempat kami terletak di puncak gunung yang begitu dingin, namun kehangatan warganya dapat mengusir dinginnya hawa pegunungan itu. Seperti halnya mahasiswa-mahasiswa lain yang mengabdikan diri ke masyarakat, di sana kami juga ‘dititipkan’ di rumah Kepala Dusun setempat, Bapak J. Dengan kondisi alam dan tugas-tugas yang cukup berat, rasa kekeluargaan kami terpupuk dengan sendirinya. Senang, susah, sedih, gembira, tawa, tangis dan segala hal telah kami jalani bersama. Aku merindukan saat-saat itu.

kelompok-co-ass

we are one!

Dan sore ini, di sela kesibukan kami, akhirnya kami bisa berkumpul (lagi) untuk mempererat silaturahmi. Mungkin teman-teman lain tidak akan percaya kalau kami sangat jarang *hampir tidak pernah malah* menghabiskan waktu bersama-sama selain di rumah sakit dan di luar kegiatan akademik kami. Ada beberapa teman yang pernah mengatakan bahwa kami adalah sekumpulan anak “autis” yang hidup dengan dunia kami masing-masing, hehe.

Memang bukanlah hal yang mudah untuk menyatukan pemikiran dari 5 otak yang berbeda. We are 5 different person from 5 different hometown and we have 5 different personality at all.

Saat ini pula aku tersadar, kebersamaan kami tidak akan lama lagi. Gerbang kelulusan kami hanya dalam hitungan bulan. Yah, hanya beberapa bulan lagi, dan kami akan berpisah, menempuh jalan hidup kami masing-masing di luar sana, kehidupan yang sesungguhnya. Semoga waktu kami yang tersisa ini dapat kami jalani dengan baik dan meninggalkan kenangan indah bagi kami semua. Dan kelak jika Allah masih menakdirkan kami untuk bertemu lagi, semoga kabar baiklah yang dapat kami bagi satu sama lain.

Satu hal yang membuatku begitu terharu, ketika mendapatkan kata mutiara dari salah seorang  di antara mereka

In my life I learned

How to love

How to smile

How to be strong

How to survive

How to work hard

But I didn’t learn

How to stop loving sister

Like you…

Hwaaa…I’ll missing u all my friends...Teman-kelompok CoAss-ku

*Saat tulisan ini kuposting, salah seorang di antara kami telah “gugur” di medan CoAss *lebay… Ia menghilang entah ke mana. Kabar terakhir ia menghilang karena sakit. Yah, semoga ia baik-baik saja.

4 Responses

  1. semoga temanmu yang telah gugur lekas bangkit kembali…xixixi

    eh teman koasku sapa yak? doain dapat teman2 rajin ya😀

    ayo 1 stase lagi! plus 2 stase bonus belajar. semangat sista!

  2. Sapa yan yang udah gugur di medan tempur..??
    Fani?andi ?lili?erlina?sapa??

    • eh ada mpok afi…makasih dah mampir ^^
      lili fi…udah denger kabarnya blm? eh…blogmu qlink ya..

  3. Hwaaa jg.. SeDiH k bah..
    Tp Amiin.. Smg kbar slanjuTx ax lbh baik lg..
    Cayoo my sista.. SaluT u xan smw yg mhaBizx sisa hidup demi kebaikan org bnyk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: