Wahai Sang Dermawan

Bismillah…

77. Angka yang sangat bagus menurut sebagian orang. Tapi apa jadinya jika angka tersebut adalah lingkar kepala seorang anak berusia 18 bulan? *lingkar perut saya saja jauh di bawah angka itu, hehe*

Sebutlah “N”, seorang anak wanita yang seharusnya begitu menggemaskan, di usianya kini ia hanya mampu tergolek tak berdaya dengan kepala yang membesar melebihi ukuran normal, as I wrote before, 77 cm! (sebenarnya ia tetap menggemaskan dengan gerakan tangan dan kakinya yang cukup lincah dan sesekali senyum-senyum kecilnya, meskipun ia tak dapat mengangkat kepalanya). Usia di mana teman-teman sebayanya sudah mulai berbicara sepatah-dua patah kata, belajar makan sendiri, berlari-lari ke sana kemari. Namun perkembangannya sangat jauh dari itu semua. Ya, ia hanya mampu tergolek tak berdaya. Uh..saya sampai tidak tega melihatnya. Ayah dan ibunya bergantian menjaganya, membelainya dengan penuh kasih sayang, berharap pertolongan Allah segera datang menghampiri buah hati mereka. Insya Allah, dalam 2 hari sejak saya membuat tulisan ini, sang buah hati akan menjalani operasi penanganan hidrosefalusnya.

Yah, “N” hanyalah satu dari sekian banyak penderita hidrosefalus (hydrocephalus), penumpukan (akumulasi) abnormal dari cairan otak di ruang-ruang otak, dimana seharusnya cairan ini dalam keadaan normal dialirkan ke pembuluh darah, namun karena berbagai sebab dapat mengalami sumbatan atau halangan sehingga alirannya terhambat. Hidrosefalus ini dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun yang sering “mencuat” ke permukaan adalah kasus anak, terutama yang terjadi pada usia kurang dari 18 bulan, dimana sebelum usia tersebut, celah antara kedua sisi tengkorak (bahasa kerennya “sutura“) belum menyatu dan ubun-ubun belum menutup, sehingga akumulasi cairan otak akan berefek pada pembesaran abnormal kepala anak. Jika hidrosefalus terjadi pada anak yang lebih dari 18 bulan atau dewasa, akumulasi cairan otak akan menyebabkan peningkatan tekanan intra kranial (tekanan di dalam rongga kepala) sehingga jika dibiarkan lama-kelamaan dapat menekan bagian-bagian otak, bahkan dapat menyebabkan otak jadi mengecil. Jika penderita telah mencapai tahap ini, maka kemungkinan besar akan terjadi sekuelle (gejala sisa) berupa defisit neurologis menetap dengan berbagai manifestasinya. (agak sulit ternyata menggabungkan bahasa medis dan bahasa awam)

Penanganan pada pasien hidrosefalus seharusnya dilakukan segera. Tindakan yang sering dilakukan adalah dengan membuat jalan pintas antara ruang (ventrikel) otak dengan rongga perut (cavum peritoneum), sehingga nama tindakan ini adalah ventrikulo-peritoneal shunt (VP shunt). Namun, besarnya biaya lagi-lagi merupakan hambatan terbesar jika kasus ini terjadi pada orang yang kurang mampu. Ini juga yang terjadi pada pasien saya ini, di usianya yang 18 bulan baru dibawa untuk operasi, padahal sakitnya sudah dialamina sejak usianya beberapa bulan. Seharusnya pemerintah mendirikan yayasan khusus yang menyediakan dana untuk menangani pasien-pasien hidrosefalus yang kurang mampu. Sepertinya sudah banyak lembaga-lembaga yang menyalurkan dana untuk menolong pasien-pasien yang kurang beruntung itu. Namun, dengan tingginya angka kejadian hidrosefalus, maka sudah seyogianyalah orang-orang yang memiliki rizki berlebih, memberikan sumbangsih yang lebih besar pula.

Wahai sang dermawan, anak-anak Indonesia memanggil anda semua untuk mengulurkan tangan membantu mereka. Terketukkah hati anda semua?

Alhamdulillah…

*ceritaku di sela penat dan lelah ‘bedah saraf’ku

5 Responses

  1. wah kiki banget tuh 77…makanya segera riliskan tulisan2mu sist, kali aja ada dermawan yang membaca dan ingin mengulurkan bantuan materil…ok ok ^_^

    waw…saya aja belum nulis bulan ini,,,,hihihi…segera riliskan ^^

  2. smga lekas sembuh pasienx kak… *saia jga pnderita hidrosefalus tpi d bagian yg lain… :p

  3. Wew..dimana ada kink..dsitu ada **nk, hoho
    Pank : hidrosefalus di bagian lain? Namanya udah bukan hidrosefalus lagi kali?

  4. Pank,i2 mah hidroseperuT ! Wkwkwk..
    Yhan,bs dicegah/dideteksi slama dlm kandungan g? Wkt sy hamil dl,spanjang kehamilan bawaanx was2 mulu.. TakuT babyx nda sempurna lahiriah. Tp alhmdulillah bocah2ku lahir dgn sempurna. Smg disempurnax lahir n bathin olehNYA. Amiin..

  5. Mb iyut toh kreatipppp banget…hidroSeperut…xixixi

    Hidrosefalus bisa dideteksi sejak dalam kandungan, lewat USG. Tapi klo bwt mencegah bisa dengan pemeriksaan TORCH (Toxoplasmosis, Other agent, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simpleks). Kita bisa tau sebelum hamil apa ibunya sedang atau pernah mengalami infeksi tsb. Karena infeksi pada ibu bisa menyebabkan anak mengalami hidrosefalus kongenital (berisiko tinggi). Tapi klo penyebabnya selain infeksi, saya belum pernah baca gimana cara mencegahnya…I’ll try to search ’bout it sist, OK..

    Amiiiinnnn…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: