Perpisahan

Bismillah…

Di mana ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Di mana ada awal, pasti akan ada akhir. That’s life.

Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang baru. And that’s life.

Dulu ketika merasa beban perjalanan ini begitu berat, yang bisa kusampaikan hanya keluhan-keluhan tidak penting yang membuatku malu padaNya dan pada diriku sendiri. Sekarang ketika Ia memberiku kesempatan untuk mencapai akhir perjalanan itu, adalah rasa kehilangan yang kurasakan. (actually, that’s not really the end of this journey)

Entah harus gembira atau sedih…

Gembira, ketika membayangkan tidak ada lagi tugas jaga yang menguras tenaga, jiwa dan raga.
Gembira, ketika membayangkan tidak ada lagi keluh-kesah dari teman-teman mengenai bidang ini, yang hanya akan mengotori hati.
Gembira, ketika membayangkan akan terhindar dari segala macam manipulasi, ketidakjujuran, permainan nyawa dan ke-tidak-manusiawi-an sejenisnya di tempatku menuntut ilmu selama 2 tahun ini.
Gembira, ketika membayangkan tidak lama lagi aku akan mengenakan pakaian “kebesaran” itu.

Namun, aku seharusnya merasa sedih.

Sedih, karena tanpa tugas jaga, aku tidak dapat belajar mempraktikkan ilmuku ini dengan bimbingan orang-orang berpengalaman lagi.
Sedih, karena tanpa keluh-kesah teman-temanku, berarti aku akan berpisah dengan mereka.
Sedih, karena membayangkan aku harus mempunyai benteng hati nurani yang begitu kokoh hingga aku dapat menghindari segala macam manipulasi, ketidakjujuran, permainan nyawa dan ke-tidak-manusiawi-an sejenisnya di tempatku yang baru kelak.
Dan sedih, karena dengan baju “kebesaran” itu, berarti sebuah tanggung jawab baru yang begitu besar ditumpukan ke pundakku.

Namun aku harus bisa! Aku harus berani! Karena Inilah jalan yang kupilih, yang telah ditakdirkan dengan indahnya oleh Allah kepadaku.

Aku pasti akan merindukan lorong-lorong bangsalnya, koridor-koridor panjangnya dan ratusan anak tangganya, yang semuanya membuatku lebih perkasa.

Aku pun pasti akan merindukan saat-saat di mana diriku masih bisa berlindung di balik ketiak institusi megah ini, ketika kelak aku harus berjuang sendiri, dengan tanggung jawabku sendiri.

Ya Allah, berilah hamba kekuatan…untuk mengabdikan diri hamba di jalanMu.

Amiiiiinn…

Semarang

Last day on regular phase

9 Responses

  1. sedih karna mo tinggalin saya yak…uhuk2😀
    selamat jalan sist, semoga sukses *emang mo ke mana yak…hehehehe…

  2. selamat jalan kak luna… klo dh nyampe sms ya…. *xixixixi

  3. keep in touch ya dian..^__^

  4. cayyyooooo sistah…. Sy yakin kamu bisa dan sanggup…. good luck…. Tanggung jawab yang baru di depan akan terlewati dan terlaksana dengan baik. Aamiiiiieeeeeeennnnn….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: