Ketika Harus Memilih

Bismillah…

Hidup ibarat roda yang berputar. Kadang kita menemui jalan bak aspal yang mulus, kadang pula harus melewati jalan setapak penuh kerikil tajam. Kadang kita berada di atas, tak jarang pula berada di bawah. Kadang beruntung mendapat jalan yang lapang seperti jalan tol, namun sering pula bertemu jalan yang sempit, penuh persimpangan dan tanpa penunjuk arah (mmm…yang ini gak ada hubungannya sama roda yak? hehe..).

Berada di jalan yang mulus beraspal hendaknya membuat kita bersyukur namun tetap waspada agar tidak celaka. Jalan yang penuh kerikil tajam melatih kita untuk lebih berhati hati agar tidak terluka. Berada di atas hendaknya membuat kita bersyukur dan tetap mengambil pelajaran dari yang di bawah. Dan berada di bawah hendaknya membuat kita senantiasa bersabar dan berjuang keras untuk dapat sampai ke atas. Jalan yang lapang hendaknya membuat kita menghargai kemudahan yang didapatkan dan jangan terlena. Jalan yang sempit, penuh persimpangan dan tanpa penunjuk arahlah yang akan memberikan kita pelajaran tentang kesabaran, keberanian serta kedewasaan.

Tak jarang Allah memberikan kita cobaan berupa jalan yang penuh persimpangan itu dan kita harus menentukan pilihan. Bukan hal yang mudah untuk memilih. Bahkan jika kita merasa hanya ada satu pilihan pun kadang terasa sulit memilihnya. Hmmm…

Sebuah nasihat bijak berkata :
“Mintalah fatwa pada hatimu dan mintalah fatwa pada jiwamu. Kebaikan adalah apa-apa yang membuat hati dan jiwa merasa tenang, dan dosa adalah apa-apa yang terombang ambing dalam jiwa dan ragu di dalam dada, meskipun orang-orang memberimu fatwa”.

Kadang kita tidak menyadari bahwa hati kecil kita adalah ujung tombak dari segala keputusan yang kita ambil. Ketika hati itu lemah, maka keraguan akan mudah menyelimuti. Namun jika hati kita kuat, segala sesuatunya pasti dapat kita kembalikan kepada Allah, dan senantiasa berbaik sangka terhadap apapun yang terjadi pada kita. Karena Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Kembali ke masalah pilihan. Ketika kita dihadapkan pada sebuah pilihan yang menurut kita sulit, lihatlah dengan hati nurani kita. Sholat istikharoh salah satu medianya. Tak jarang Allah menunjukkan bahwa pilihan itu baik, dengan menyembunyikan keburukannya. Dan tak jarang pula keburukan pilihan itu ditunjukkan kepada kita, dengan jelas ataupun tersirat. Satu hal yang selalu kujadikan pegangan untuk berprasangka baik kepada Allah terhadap pilihan-pilihan sulit yang kuhadapi adalah bahwa jika sebuah pilihan meninggalkan kita, berarti itu memang bukan yang terbaik untuk kita dan Allah pasti telah menyediakan yang lebih baik daripadanya. Dengan begitu maka tidak akan pernah ada penyesalan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, karena Allah tahu pasti apa yang kita butuhkan dan Insya Allah akan kita dapatkan dari arah yang kadang tidak disangka-sangka.

Teruntuk seorang sahabat…
Tak mampu menahan kuatnya insting itu…

4 Responses

  1. amien..semangat sistašŸ˜€

  2. GO.. GO.. kak luna… kami mndukung apa pun pilihanmu… *LCLB… :d

    • Mmm…”Kami” means siapa bro?? Pikiranmu ya…LCLB mulu. Kan sy udah mempersilahkan yang junior2 aj dulu gpp..hiahahahahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: