Dan Hidupku Berubah…

Bismillah…

Huaaaa…sudah lama tidak menulis, bahkan menengok blog ini pun tidak. Ke(sok)sibukan telah berhasil membuatku tak dapat berkutik untuk sekedar bermain di dunia maya ini.

As I said before, life is changed. Setiap orang akan memasuki sebuah fase dimana kehidupannya akan berubah menjadi lebih matang. Tak hanya kematangan fisik, tapi juga psikologis.Bayi ke anak, anak menjadi remaja, remaja beranjak dewasa muda, dewasa muda menjadi dewasa, dewasa menjadi lanjut usia, dan pada akhirnya pun kembali kepada Sang Pencipta.

Dan saat ini mungkin saya sedang menempuh fase dari dewasa muda menjadi dewasa (masa sih?? kesannya tua amat yak?? hehe). Fase dimana kematangan proses berfikir dan bertindak saya sedang diuji (halah, lebay…^^). Mencoba menjadi seorang yang lebih mandiri, berpijak di atas kaki sendiri. Being a decision maker. Hmmm…kedengarannya menarik, dan memang sangat menarik dan menyenangkan. Hidup di lingkungan baru, bertemu dengan orang-orang baru, dengan segala macam ciri khasnya masing-masing.

Dimulai pada awal Agustus yang lalu, kami berdua puluh orang menempuh kepaniteraan komprehensif di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Slawi. Selama 8 minggu kami akan menjalani kepaniteraan tersebut. Saat ini separuh jalan telah kami lalui. Dan ternyata pengalaman yang kami dapatkan begitu banyak. Suka dan duka, tangis dan canda tawa, semua bercampur menjadi satu. Beribu pengalaman baru pun kami temui. Dan memang benar kalimat yang menyebutkan bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Tak ternilai. Tak terbeli dengan apapun.

Mendapat tugas di Puskesmas Pagiyanten pada 4 minggu pertama bersama seorang teman. Mendapat kepercayaan penuh untuk mengelola pasien dari sang Kepala Puskesmas yang baik hati. Hanya dengan bermodalkan ilmu seadanya yang mulai luntur dimakan waktu dan usia (hehe, lebay).

Dalam 3 jam pertama kami, sudah ada 2 pasien rawat inap baru yang menunggu terapi karena kami ”kabur” dari Puskesmas untuk mencari ATM ke daerah pasar. Pun ATM-nya tidak dapat. Berangkat ke pasar dengan menggunakan andong, transportasi utama di daerah itu, disamping angkot yang hanya satu dua, karena saat itu kami belum mendapat pinjaman motor. Pertama kalinya naik andong seumur hidupku, sepanjang perjalanan yang kulakukan hanyalah tertawa terkekeh-kekeh karena sang kuda dengan tidak berperikehewanannya p**py di depan kami (lol). Saat perjalanan pulang, andongnya menabrak seorang pejalan kaki. Kudanya hampir mengamuk dan andong hampir terguling, tapi Alhamdulillah kami baik-baik saja.
Ternyata Allah saat itu menegur kami karena melalaikan tanggung jawab (ampuni kami Ya Allah…).

Dalam 12 jam kami di sana, pasien bangsal yang tadinya hanya 3 orang menjadi 8 orang. Tak hanya itu, beberapa minggu ke depannya pun bangsal selalu ramai. Padahal dari cerita perawat-perawat sebelumnya, bangsal biasanya sepi. Dari buku catatan rekapan pasien, terbanyak hanya 9, itupun hanya sekali. Sisanya paling tidak 3 atau 5 pasien. Kami bahkan sampai mencetak rekor sampai 16 pasien bangsal. Yah, hitung-hitung belajar dan membantu menambah masukan Puskesmas lah..hehe.. Belum lagi pasien rawat jalan yang mencapai ratusan orang. Sampai puas ”dibatuk-batukin” pasien anak maupun dewasa. Ditambah masalah komunikasi yang agak kurang nyambung karena pasien rata-rata menggunakan bahasa Tegal yang sama sekali asing di telinga saya (fyuuuhhh….). Tapi lagi-lagi, pengalaman yang saya dapat dari sana juga sangat banyak. Menjumpai penyakit-penyakit baru, yang selama ini hanya dapat saya pelajari di textbook atau bahan kuliah. Skrofuloderma, herpes zooster, mastoiditis dengan bezold abscess, morbus hansen, moluskum kontagiosum dan masih banyak lagi (sampai saya sendiri lupa saking banyaknya, yang semuanya pun hanya dapat diobati seadanya dengan obat-obatan standar Puskesmas).

Satu yang menjadi cerita indah selama di Puskesmas adalah karena kami melewati awal Ramadhan kami di sana. Mendapat suasana baru Ramadhan di kampung orang ^^. Sholat tarawih pertama dan terakhir di masjid sana. Jadi teringat hal memalukan yang terjadi ketika seorang jamaah mengajak saya berkenalan, dengan senyum sumringah menjabat tangan saya dan bertanya, ”Ini siapa?”. Saya menjawab ragu ”Mmmm…saya dokter puskesmas sini, Bu”. Setelah itu saya terus dipanggil ”Bu dokter”. (aaaarrrgghhhhhh… tiba-tiba saya menjadi malu sendiri memperkenalkan diri seperti itu, hehe). Namun, saya langsung menyerah dengan kondisi masjid yang sangat tidak kondusif untuk sholat karena banyaknya anak-anak yang menjadikan masjid begitu gaduh. Belum lagi ”keramahan” jamaah yang saat itu setiap selesai sholat 2 rakaat pasti mengajak saya ngobrol sampai ketinggalan imam. Mau dicuekin juga gak enak. Akhirnya hari-hari berikutnya saya memilih untuk sholat tarawih di rumah saja. Sampai beberapa hari kemudian, seorang jamaah yang mengenali saya, menegur saya saat beliau berobat di balai pengobatan Puskesmas dan bertanya ”Kenapa tidak sholat di masjid lagi? Tidak enak ya sholat di sana?”. Saya pun bingung menjawab dan hanya bisa mesam-mesem malu..=”>..

Dan lagi, kami serasa mendapat keluarga baru karena semua perawat Puskesmas bersikap ramah kepada kami, sampai pada saat akan pindah tugas ke rumah sakit, oleh salah seorang perawat yang memang dekat dengan kami, memberi bekal jajanan dan lauk pauk sebanyak satu kardus!! Ia berkata bahwa ia mengkhawatirkan nasib kami selama berpuasa di rumah sakit… Hiks, jadi terharu…. Padahal apa yang sudah kami berikan untuk mereka tidaklah seberapa nilainya… Biarlah Allah yang memberikan kebaikan kepada mereka semua… Saat kami akan meninggalkan puskesmas pun, seolah ada yang menahan kami, motor yang kami gunakan mogok dan harus diperbaiki selama sekitar setengah jam, itu pun oleh perawat sana dan suami perawat yang membekali kami makanan tadi… Hiks, terharu lagi…^^

Dan saat ini, kami baru mengawali 4 minggu kami di rumah sakit. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan kepada kami untuk menjalaninya, dan memberi kesempatan kepada kami untuk mengabdikan diri kami kepada masyarakat Slawi dengan baik. Masih dalam suasana Ramadhan…

Alhamdulillah…

6 Responses

  1. terus smangat mbak dokter..!!!!! tetap menjaga keikhlasan yaaa.. huehuehuehuehe….. berjuta rakyat menanti tangan muu…😛

    btw.. cerita kabur ke atm ituuuu lucu juga… :)) mbak dokter ternyata nakal juga… =))

  2. semoga hidup kita dan orang2 sekitar berubah lebih baik..amiin.. sukses sista!!😀

    *kangen suasana ramadhan SQR😦

  3. what a nice inspiring story… Barakallahu fiik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: