Mudik…mudiiikk!!

Bismillah..

Penghujung Romadhon, menjadi catatan tersendiri bagi para perantau sepertiku. Waktunya mudik, berkumpul dengan keluarga tercinta. Namun perjalanan mudik tahun ini sepertinya akan cukup berkesan.

Teringat perjalanan mudik tahun lalu. Demi mencapai hari raya di ‘hometown’ tercinta, Soroako, saya harus rela (terpaksa) naik bis antar kota dari Semarang ke Surabaya, seorang diri, bermodalkan ilmu sok tahu dan nekat. Entah mengapa saat itu agen travel langganan saya tidak berani menjamin dapat mengejar penerbangan pertama. Padahal tahun-tahun sebelumnya juga bisa. Aneh. Alhamdulillah, Allah masih memberikan keselamatan kepada saya, meskipun perjuangan saya belum berhenti sampai di situ. Setibanya di Surabaya (saat itu sekitar pukul 00.00 dini hari), saya harus menunggu pesawat ke Makassar yang jadwal take off-nya pukul 06.00. Jadilah saya menunggu dibukanya pintu ruang tunggu seperti anak hilang, sendirian, hanya berteman troli berisi barang-barang. Capek, ngantuk, bosan jadi satu. Beruntung selama coass saya sudah terlatih tidur dengan berbagai posisi. =D

Setelah sekitar 6 jam menunggu, terdengar pengumuman bahwa pesawat yang akan saya tumpangi di’delay’ sampai pukul 14.00. What?? Sementara saya harus mengejar penerbangan terakhir ke Soroako pukul 12.00. Setelah complain sana sini, akhirnya kami dialihkan ke maskapai penerbangan lain. Fyuhh…~,~”.. Jadilah tahun lalu menjadi lebaran terakhirku di kota kelahiran tercinta.

Dan tahun ini, setelah menghabiskan Romadhon di kampung orang, saya kembali akan melaksanakan ritual mudik (halah lebay). Mudik kali ini ‘hanya’ sampai Semarang. Dari kota Slawi, naik kereta api, satu-satunya alat transportasi darat yang belum pernah kunaiki..(udik mode ON). Ya mau gimana lagi, di sulawesi mana ada kereta api yang mau naik turun gunung?? Hehe..

Lagi-lagi dengan modal nekat, saya memberanikan diri untuk menggunakan alat transportasi ini. Kereta ekonomi Kaligung menjadi ‘sasaran’ saya. Dan sekarang, saya sedang asyik duduk menikmati perjalanan, di gerbong yang cukup padat penumpang, ada yang berdiri, banyak yang lesehan..hmm…demi mudik orang akan rela menderita, hehe.. Ternyata naik kereta api cukup menyenangkan.

Demikian laporan mudik lebaran 1430 H kali ini.. Tahun depan mudiknya seperti apa ya?? ^^

In the end of the best Romadhon i ever had..

-Kaligung-Transit Pekalongan-

7 Responses

  1. tahun depan mudik ke jakarta..!!!! huheuheuehuehe

  2. maen2 k sorowako lg kak… hweheheh

  3. ayo mudik semarang lagi naek kereta *keknya sudah ketagihan naik kereta neh..xixixixi

    • hehehe, enak ternyata naik kereta.. ayo kita buka jalur kereta di sulawesi (mimpi kli yee… :P)

      • gak mimpi kok sist, bisa aja..kereta layang kali yaa dari gunung ke gunung…hehehe *nanti kita yang ciptakan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: